Oleh : Dessy Astuti

Pada dasarnya, tugas seorang jurnalis ialah mencari, meliput, mengumpulkan, menulis, mengolah, dan menyampaikan isi berita atau informasi kepada khalayak. Kerja seorang jurnalis tak hanya di dalam ruangan, penting bagi jurnalis untuk turun ke lapangan, melakukan peliputan, seperti halnya meliput aksi.

Saat tengah bertugas meliput aksi atau konflik, jurnalis kerap mendapatkan tindakan represif berupa kekerasan yang dilakukan oleh oknum atau aparat yang tidak bertanggung jawab.

Contoh kasus ialah jurnalis IDN Times, Vanny El Rahman yang dipukul dan diminta menghapus foto serta video terkait kekerasan yang dilakukan oleh aparat terhadap demonstran aksi mahasiswa di Gedung DPR RI, Jakarta, pada Selasa (24/09) lalu.

Dikutip dari CNN Indonesia, Ketua Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Jakarta, Asnil Bambani menilai bahwa kekerasan yang dilakukan aparat maupun massa merupakan tindakan pidana sebagaimana diatur dalam UU Nomor 40 tahun 1999 tentang Pers.

Maka dari itu, untuk mencegah hal yang sama tidak terjadi kembali pada jurnalis, berikut panduan keselamatan yang harus diperhatikan oleh jurnalis saat meliput aksi:

Jangan Bergerak Sendirian

Saat meliput aksi, bergeraklah bersama dengan rekan jurnalis lainnya. Berkenalan, bentuk tim, dan bagi tugas di lapangan guna meminimalisir tindakan intimidasi dari aparat.

Gunakan Atribut Media

Gunakanlah seragam media dan ID Card. Jangan gunakan dresscode yang sama dengan massa aksi agar aparat dapat membedakannya. Jika tidak memiliki seragam media, maka gunakanlah lakban kuning di lengan kanan sebagai penanda bahwa kalian adalah jurnalis.

Bawalah Peralatan Keamanan

Bawalah alat penunjang yang bisa membantu di lokasi aksi, seperti helm, masker, odol, botol minum, kacamata, dan handuk untuk dibasahi jika terjadi serangan gas air mata.

Berkoordinasi Dengan Paramedis

Saat membentuk tim jurnalis, harus ada minimal satu orang yang menjadi tim medis. Berkoordinasilah tentang posisi dan penyediaan P3K. Jika tidak ada, maka bersikaplah sebagai jurnalis sekaligus medik.

Tolak Tindakan Represif Aparat

Apabila ada oknum yang meminta atau merampas hasil liputan, sebisa mungkin menjauh dan yakinkan bahwa kalian sedang liputan. Jika situasi semakin tak terkendali dengan adanya upaya penangkapan, kalian berhak menolak dan langsung hubungi koordinator liputan agar mudah diadvokasi.

Penting bagi para jurnalis untuk memerhatikan lima hal di atas. Jika tindakan represif sudah terjadi, maka rekan jurnalis lain pun harus ikut bergerak dan bersolidaritas untuk mengangkat hal tersebut dalam bentuk tulisan, riset, diskusi, pernyataan sikap, blow up media, ataupun aksi turun ke jalan.